Jumat, 02 Mei 2014

Ethnography Metods : The Logic of Thingking

 Oleh Dani S Sutopo, M.Si dalam Seminar Kebudayaan 26 – April - 2014

Istilah etnografi rupanya sangat melekat dengan praktek kerja Antropologi,  Namun saat ini tidak hanya manusia-manusia antropolog saja yang menggunakan sebuah metode kerja lapangan ini. Banyaknya perkembangan ilmu sosial sudah mengenal metode etnografi. Metode etnografi digunakan untuk menggambarkan masyarakat dalam penelitian lapangan yang intensif. Penggambaraan yang dilakukan peneliti di lapangan di jelaskan secara detail. Dalam metode etnografi terdapat pendekatan empiris dan teoritis untuk memperdalam deskripsi analisis data penelitian. Keragaman metode etnografi tidak hanya digunakan untuk meneliti masyarakat yang tradisional atau dalam lingkup bounded system namun juga pada masyarakat yang tengah mengalami deteritorialisasi budaya.

Dalam penelitian etnografi atau penggambaran kehidupan manusia dibutuhkan langkah-langkah khusus untuk menjalankan kegiatan penelitian lapangan yang intensif. Langkah-langkah tersebut merupakan keragka-kerangka kerja yang dapat membantu peneliti dalam meneliti subjek masyarakat yang dipilih dan menimalisir adanya miss penelitian. Ke empat langkah-langkah tersebut seperti :


1.      Kenali gejala yang akan diteliti
2.      Perhatikan bagaimana sifat hubungan antar gejala tersebut
3.      Menunjukan pengertian apakah hubungan antar gejala tersebut
4.      Konsep apa yang paling pas untuk menunjukan pengertian tersebut

Singkatnya setiap penelitian etnografi membutuhkan pemahaman-pemahaman terhadap gejala dan hubungannya sehingga mendapatkan konsep penelitian sesuai indikator tema penelitian.  Peneliti etnografi juga harus memperhatikan sudut pandang dan fokus rumusan masalah agar dapat menelaah gejala yang ada dengan secermat mungkin. Pada penggambaran kehidupan masyarakat peneliti tidak hanya dituntut untuk memberikan deskripsi mengenai kegiatan daan hasil budaya saja, melainkan juga harus mampu dalam memahami nilai dan makna dalam konteks keseluruhaan cara hidup yaitu mengenai persoalan kehidupan dan identitas kecirian masyarakat. Pada kesempatan melakukan seminar mengenai ethnography metod bersama dengan Bapak Dani S Sutopo, beliau mencontohkan penelitian pada penggambaran pasar. Di dalam pasar tersebut terdiri dari banyak orang dalam satu tempat dan difokuskan kembali di dua orang yang memakai baju merah sambil berdiri di depan keranjang benda, sedangakan seoraang ibu satunya memakai baju putih duduk dengan melihat benda di dalam keranjang yang berada tepat di depannya. Setelah dicermati ternyata ibu berbaju merah mengulurkan benda yang memiliki nilai pertukaran atau yang disebut dengan uang, kemudian ibu berbaju putih memberikan bungkusan di kresek hitam. Kegiatan pertukaran ini dinamakan jual-beli. Mengenali fenomena antropologis bukan dari pandangan ekonomi, transaksi atau proses jual beli, bukan pula pendiskripsian tentang pasar tetapi ada unsur-unsur, bahan jual, payung, wadah, ibu-ibu yang mengeluarkan uang dan membungkus, itu semua gejala. Pahami dulu gejalanya yaitu unsur-unsur di dalam even penelitian sehingga ada rumusan yang lebih tajam karena berangkat dari elemen yang empiris yg dikonsepsikan/ diteorikan. Interaksi dapat sicermati secara detail untuk mendapat penjelasna sosial, misalnya embededness (keterlekatan) by granovetter dan relasi kuasa by foucoult.

Pada praktek lapangan peneliti harus menetraalkan diri dalam melihat keadaan dan budaya masyarakat. Sehingga peneliti dapat melihat dengan cermat gejala-gejala yang ada dengan indera bukan dengan pemikiran peneliti. Mengapa demikian, karena pemikiran-pemikiran peneliti sudah dikonsepkan dengan beberapa teori pendukung sehingga ditakutkan dapat memberikan banyak persepsi yang berbeda dari masyarakat yang diteliti.   Selain itu, peneliti juga dituntut harus mampu untuk memperhatikan anomaly data yang muncul saat kegiatan penelitian. Anomaly data yang muncul tidak perlu direduksi, namun juga harus diperhatiakan. Meskipun anomaly data bukan termasuk data yang istemewa, namun perhatian terhadap data tersebut penting untuk kemungkinan membawa keunikan pada data yang lain selama tidak merubah tatanan rumusan yang ada. Hal perlu diingat bahwa “Anomali data bukan termasuk data yang istimewa sehingga keberadaannya hanya diperhatikan bukan direduksi maupun dikejar”.
 Pertanyaan :

1.      Bagaimana menemukan konsistensi peneliti di lapangan ketika melakukan penelitian? (Tiyas 2011)

Jawaban : Fokus pada rumusan maslah meskipun terkadang terlihat unik tetapi menjadi kebingungan untuk peneliti. Dalam sisi etnografi, terdapat anomali data. Ada batasan untuk tidak mempengaruhi fokus dengan memahami sifat data yang muncul tiba-tiba. Anomali merupakan situasional, sebaiknya segera melakukan verivikasi terhadap rumusan masalah kita. Membuat rumusan masalah yang disegarkan lagi untuk menghindari reduksi data anomali. Dalam etnografi rumusan masalah dapat berkembang sesuai dengan bagaimana kita melihat gejala yang muncul.

2.      Apa yang membedakan pertanyaan peneliti dengan orang awam mengenai ap itu pasar? (Dita)

Jawaban : Para peneliti menyakan apa yang disebut pasar dilihat dari dari gejala-gejala yang muncul, kemudian adanya turunan konsep pada pertanyaan tadi yang tidak akan diadakan oleh orang awam.

3.      Apakah penentuan tema induk merupakan kekeliruan dalam penelitian lapangan? Seperti saat melakukan penelitian di gondang legi mengenai wabah penyakit endemic. (Fadik)

Jawab:
Survey terlebih dahulu untuk membuktikan apakah ada penyakit endemik tersebut, Jika memang tidak ada maka tidak dapat dipastikan atau jika tidak demikian, merujuk pada penyakit yang sering di derita masyarakat tersebut. Deduktif bukan ciri etnografi. Membacalah, perkayalah, tetapi tempatkan pada posisi yang benar. Berangkat dari hal kecil, untuk mengkonsepkan.

4.      Berapa lama kita dapat menggunakan metode etnografi dengan baik dalam penelitian lapangan? Pada penelitian yang akan dilakukan lebih baik mana kita menyusun teori dulu apakah langsung ke lapangan dulu? (Jefri)

Jawaban :
·         Pada pemula yaitu yang duduk di semester 2 atau 3 kita membiasakan berada di lapangan dengan menggunakan metode etnografi selama 10 hari namun lambat laun 10 hari tidak akan cukup untuk mendiskripsikan masyarakat setempat. Bisa saja 1 tahun-3 tahun bahkan lebih, hal itu bergantung pada kepuasan data yang akan ditulis pada laporan.
·         Mula-mula pahami metode apa yang di lakukan dalam penelitian kemudian pelajari kondisi empiris dan teoritisnya.

5.      Bagaimana cara melihat gejala supaya tidak salah melihat sudut pandang? (Mozza)

Jawaban : Kalau gejala jangan dilihat dari pengetahuan kita. Biarkan indra kita yang digunakan agar lebih efektif dalam melihat gejala. Karena pemikiran kita sudah banyak dikonsepsikan jadi tdak lagi alami dalam melihat venomena.

6.      Bagaimana mengkaji budaya popular dengan menggunakan metode etnografi? (Riyan)

Jawaban : Metode masih menggunakan etnografi tetapi etnografi sepertia apa dan bagaimana yang pantas untuk menjelaskan kehidupan masyaarakat popular. Terdapat beberapa aliran, budaya pop yaitu dari sisi medium atau medianya. Visual etnografi yaitu melihat hal dari media nya atau netnografi. Apapun istilah etnografinya lingkupnya masih induktif, hanya saja gejala nya tidak hanya yang tradisional tapi juga kontemporer, tidak berhadapan lagsung tapi relasi simbol, bunyi dan bahasa menjadi gejala nya. Gejala yang ditekuni dan dihubungkan hanya media dan gejala yang berbeda, kita haarus mampu menerjemahkan simbol dari subjek dan ralasinya.

7.      Bagaimana cara membatasi gejala? (Adin)


Perlakukan sesuai awal anda membangun rumusan masalah dari gejala kemudian cari keterikatan data.

suasana seminar ....
Antusiasnya teman-teman (9'.')9 :D
dari belakang juga rapi .. :)


3 komentar:

  1. good job, for the first post himantara blog..I appreciate as the new blogger..:)
    sepertinya perlu ada edit2 lagi, di judul, n kata-kata yang kurang pas "venomena, anomaly", oya pengaturan hurufnya ada yg arial-times new roman?? (kadang di blog saya jg spt itu) ;p mungkin bisa belajar bersama..silahkan mampir2 ya di http://hannisaywhadd.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. semoga kegiatan semacam ini, terus mendapat sambutan yang bail dari segala elemen..

    BalasHapus
  3. terimakasi untuk dukungan dan saran teman-teman semoga blok ini bertampah maju lagi

    BalasHapus